| SENI BUDAYA | ![]() |
GAMELAN JAWA
Gamelan Jawa merupakan Budaya Hindu yang digubah oleh Sunan Bonang, guna mendorong kecintaan pada kehidupan Transedental (Alam Malakut)”Tombo Ati” adalah salah satu karya Sunan Bonang. Sampai saat ini tembang tersebut masih dinyanyikan dengan nilai ajaran Islam, juga pada pentas-pentas seperti: Pewayangan, hajat Pernikahan dan acara ritual budaya Keraton. WAYANG KULIT
Kesenian wayang dalam bentuknya yang asli timbul sebelum kebudayaan Hindu masuk di Indonesia dan mulai berkembang pada jaman Hindu Jawa. Pertunjukan Kesenian wayang adalah merupakan sisa-sisa upacara keagamaan orang Jawa yaitu sisa-sisa dari kepercayaan animisme dan dynamisme. TARIAN JAWA
Tarian merupakan bagian yang menyertai perkembangan pusat baru ini. Ternyata pada masa kerajaan dulu tari mencapai tingkat estetis yang tinggi. Jika dalam lingkungan rakyat tarian bersifat spontan dan sederhana, maka dalam lingkungan istana tarian mempunyai standar, rumit, halus, dan simbolis. Jika ditinjau dari aspek gerak, maka pengaruh tari India yang terdapat pada tari-tarian istana Jawa terletak pada posisi tangan, dan di Bali ditambah dengan gerak mata. KERIS JAWA
Keris dikalangan masyarakat di jawa dilambangkan sebagai symbol “ Kejantanan “ dan terkadang apabila karena suatu sebab pengantin prianya berhalangan hadir dalam upacara temu pengantin, maka ia diwakili sebilah keris. Keris merupakan lambang pusaka. Di kalender masyarakat jawa mengirabkan pusaka unggulan keraton merupakan kepercayaan terbesar pada hari satu sura. KETOPRAK
Ketoprak kalebu salah sawijining kesenian rakyat ing Jawa tengah, ananging ugo bisa tinemu ing Jawa sisih Wetan (Jawa Timur ).Ketoprak wis nyawiji dadi budaya masyarakat Jawa tengah lan biso ngasorake kesenian liyane ,umpamane Srandul, Emprak lan sakliyane. Ketoprak wiwit bebukane awujud dedolanan para priyo ing dusun kang lagi nganaake lelipur sinambi nabuh lesung kanthi irama ana ing waktu wulan purnama ndadari , kasebut Gejog. Ana ing tembe kaering tembang bebarengan ing kampung /dusun kanggo lelipur . Sak teruse ana tambahan gendang, terbang lan suling, mula wiwit saka iku kasebut Ketoprak Lesung, kira-kira kadadeyan ing tahun 1887. Sak banjure ana ing tahun 1909 wiwitan dianaake pagelaran Ketoprak kanthi paripurna/lengkap. SUMBER: WWW.GOOGLE.COM |

GAMELAN JAWA
WAYANG KULIT
TARIAN JAWA
KERIS JAWA
KETOPRAK
Peserta dari Jawa Tengah diwakili oleh SMKN 8 Surakarta tampil pada urutan ketiga membawakan judul “Genduk Gotri Gugat” naskah karya St. Wiyono, S.Kar. Tontonan yang disajikan memiliki teman ganda yaitu tentang idealisme seseorang dan pertentangan antara faham feodalisme dan demokrasi. Dikisahkan Ki Dalang yang sedang berlatih diganggu oleh Thole keponakannya yang menghendaki agar kesenian wayang harus dihentikan karena mengganggu proses demokrasi yang sedang berjalan, karena wayang merupakan bagian dari kesenian feodal. Namun demikian Ki Dalang menolaknya dan tetap berusaha untuk mempertahankan eksistensi kesenian wayang.Karena dari wayang bukan hanya sekedar tontotan namun mengandung banyak ajaran dan tuntutan didalamnya. Hal yang menarik dalam pementasan ini adalah kemampuan menggabungkan tema utama dengan permasalahan aktual yang ada saat ini yaitu mengenai pimilihan kepala daerah (pilkada).